Sore tadi saya berkunjung ke seorang sahabat yang pernah saya ceritakan kisahnya disini Alhamdulillah keadaannya membaik pasca kabar itu. Dan Alhamdulillah (lagi) beliau positif mengandung sekarang. Kandungannya sudah jalan 3 bulan. Dan sekarang tengah mengalami apa yang dialami oleh perempuan yang tengah hamil muda. Yak! Kalian pasti tau maksud saya. :)
---
Setelah beberapa kali berkunjung kesana, kali ini saya datang bersama dua sahabat yang lain. Dulunya ketika beliau masi tinggal diasrama sini, kita sering masak-masak bareng. Oh! Oke-oke, mereka yang masak, saya yang makan. Haha. Kebetulan kamar mereka bersebelahan. Dan saya yang tinggal jauh dari mereka beberapa kali pernah menginap disana kala weekend.
---
Semenjak beliau ini mengandung, saya jadi tau banyak tentang kehamilan. Mumpung sahabat sendiri kan, maka saya berani nanya-nanya lebih dalam dan serius. Walaupun akhirnya akan jadi bahan joke juga. Seperti Morning Sickness (*eh, ini ya namanya?) yang biasa ia alami akhir-akhir ini. Mual dan Muntah yang tidak mengeluarkan apa-apa menyebabkan sakit yang sangat didaerah ulu hati katanya. Belum lagi indra penciuman dan perasa yang amat sensitif. Sensitif dengan aroma masakan dan aroma dapur. Alhasil, bobotnya turun. Katanya, walaupun hal itu umum dirasakan oleh semua wanita yang tengah hamil muda, tapi biasanya tingkat keparahannya juga berbeda-beda. Ada yang biasa saja, tetap bisa melakukan aktifitas seperti biasa dan ada pula yang harus bedrest karena terlalu lemah. Dan ternyata ada juga yang ngerasa begitu justru suaminya. Bukan sang istri yang tengah hamil. Ha? iya? saya pernah baca juga sih begitu. Walo belum pernah liat kasus aslinya didepan mata. Jadi ngayal, pengennya ntar yang ngerasain begitu sisuami aja kali yak? hihi. :p
---
Selera makan yang menurun pastinya ga baik dong buat pertumbuhan janin, jadinya saya juga nanya jadi selama ini dia pengennya apa? Jambu kak! katanya. Jambu Biji sama Mangga muda. Saya pernah denger cerita lagi, mangga muda yang asemnya bikin ngilu itu, katanya malah kerasa enak dilidah orang yang tengah ngidam. Ekatanya iya, ya asem sih, tapi enak aja gitu dilidah. Iseng saja saya godain:
saya : jadi ngidam jambu juga?
dia : Iyaaa *matanya berbinar-binar sambil ngelus-ngelus jambu biji yang mau dipotong* Cuma maunya ini kak, yang lain setelah masuk keluar lagi.
saya : etapi hati-hati loh, kali ngidamnya jambu biji begitu.
dia : kenapa kak? *sedikit kaget*
saya : ntar anaknya kayak saya, soalnya dulu waktu saya masih didalam kandungan, bunda ngidamnya jambu biji juga! hihihi.
dia : jiaah! kirain apaaah! :p
---
Oiya, selain nafsu makan yang menurun, emosi juga seringnya tidak stabil. Jadi moody. Katanya, disinilah terlihat peran pasangan. Karena memang perempuan kala itu pengennya diturutin dan dimanja, maka cinta perlu ada dalam sebuah keluarga. Apa hubungannya? Ya jadi ngerti kan kalo istrinya sedang pengen apa? (*perhatikan ini wahaaaai calon suami-suami diluar sana :p) Ah, saya tiba-tiba teringat kisah teman yang lain ketika dikairo dulu. Kala itu musim dingin. Sang istri yang tengah hamil muda ngidam tempe rupanya. Sedangkan tempe sangat jarang dijual ketika musim dingin. Tapi demi sang istri, suaminya rela keluar malam-malam dengan dingin menusuk itu mengetuk satu demi satu pintu rumah mahasiswa Indonesia lain yang biasa menjual tempe. Setelah beberapa pintu rumah yang terketuk, akhirnya dapat! yak! perjuangannya tak sia-sia, dia bisa membawa pulang tempe kerumah. Dirumah, istrinya sudah menunggu. Dia langsung saja menggoreng tempe yang baru dia dapat tadi. Dengan mata berbinar istrinya menatap tempe goreng yang masih mengepul didepannya. Sang suami pun menatap dengan binar pula melihat istrinya bahagia. Dan, kemudian apa yang terjadi? Istrinya hanya makan sedikit! yak, sedikit! karena kemudian mual dan apa yang baru saja ia makan keluar lagi. Dan setelah itu si istri malah ga mau nyentuh tempe yang tadi. Gitu doang? iya, gitu doang! Sang suami cuma bisa geleng-geleng kepala dan akhirnya menyantap habis tempe itu sendiri. Haha!
---
Yaah, begitulah. Yang jelas, ada ilmu yang keselip diantara obrolan kami itu. Memang, perjuangan seorang ibu itu tidak ringan, Jendral! Baru ngeliat orang lain sudah begini rasanya, gimana kalo ngerasain sendiri nanti...hee :D
---
Jadi begitulah ceritanya, mari kita doakan semoga para perempuan yang tengah hamil diluar sana bisa bertahan dengan keadaan serba ga jelas itu. Pastinya ini perjuangan, karena mengandung itu pastinya bukan persoalan mudah. Juga, untuk pasangan-pasangan mereka. Para suami itu, semoga dikaruniakan kesabaran dan pengertian yang ekstra ketika menghadapi istri-istrinya. Karena mereka adalah perempuan-perempuan yang sama, yang kalian cintai sedari dulu. :)
aminn...
ReplyDeleteJadi inget pengalaman waktu hamil dulu... untungnya aku termasuk yg baik2 saja waktu hamil. Memang ada juga sih sedikit gangguan spt layaknya wanita hamil... hehehe
ReplyDeleteKok jadi pengen hamil lagi ya..? wkwkwkw...
ReplyDeleteKok jadi pengen hamil lagi ya..? wkwkwkw...
ReplyDeleteSeru juga ya pengalaman orang hamil itu...? hahaha
ReplyDeleteWah kasihan juga kalau mual2 terus..
ReplyDeletekakakkkkk...hehe...makasih ya dah bawa jambu n mangga mudanya...:D smg kk cepat menyusul...amien...;))
ReplyDeletehuaaaaaaaaa! mau menikah, mau hamil jugaaa *,* rasanya itu beda ya kalo udah bisa jadi wanita sesungguhnya. subhanallah.
ReplyDeleteSemoga kehamilannya lancar yah :)
ReplyDeleteAku ngikik soal jambu and tempe itu hahaha
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletesemoga anak yang terlahir menjadi generasi Robbani... Amin
ReplyDeleteKehamilan = dahsyatnya karunia yang Alloh berikan pd kaum perempuan... Maaf ya kaum pria tidak bisa merasakan keajaiban itu :)
Salam kenal ah...