Saturday, February 25, 2012

Tentang Ini.

Baiklah, mumpung masi pagi. Mari kita cerita tentang study.

*ehem*
*atur nafas*
*atur emosi*

Belum selesei ya masternya, Rin? Ngapain aja?


Iya, study saya belum selesei. Full tesis yang sudah saya serahkan berbulan-bulan yang lalu itu tak kunjung selesei juga di koreksi oleh main supervisor. Kenapa? Katanya beliau sibuk. Selain mensupervisori tiga orang, beliau juga meriksa tesis yang lain as second reader. Rutinitas beliau sebagai tenaga pengajar juga turut membuat sesak jadwal. Baik mengajar didalam university atau diluaran, termasuk menjadi pembicara tetap disebuah program TV. Bangga? Jelas. Saya bangga disupervisori oleh orang yang sedemikian hebatnya.

Tapi...
Kesibukan beliau yang luar biasa membuat saya terbiasa menerima perlakuan seperti 'panggilan telpun tak dijawab' - 'sms atau message email yang baru beberapa hari kemudian baru dibalas' itu juga dengan jawaban yang tidak memuaskan. "nanti akan saya konfirmasi kembali kapan kita bisa bertemu untuk menyerahkan sebagian tesismu" ini adalah tipe jawaban yang paling tidak saya sukai. Kenapa? Karena berarti saya harus menunggu seminggu lagi untuk kemudian menghubungi beliau kembali agar mendapat jawaban pasti.

Kesibukan beliau yang luar biasa, ditambah saya yang entah kenapa enggan memaksa, komposisi ini jadi klop. Pas. Mantap. Menghasilkan keterlambatan luar biasa yang mengakibatkan study saya terancam. Pertama urusan visa. Ekstensi habis berarti tidak bisa mendapat surat aktif kuliah untuk renew student pass. Berarti ini yang harus saya seleseikan dahulu. Setelah pengurusan sana-sini Thanks God, Visa kembali ditangan. Setidaknya selamat untuk tinggal disini selama setahun kedepan. Ga kebayang klo mesti bolak-balik pake entry Visa gara-gara mau ngontrol koreksian. Oh ya, masalah visa ini juga saya sampaikan kepada beliau yang terhormat sebagai bahan pertimbangan untuk mempercepat koreksi tesis saya. Jawabannya 'iya' tapi hasilnya? Nope. Berlalu begitu saja.

*sigh*

Berlanjut ke status saya di kuliah. Status kuliah ini mesti diperbaharui setiap semester. Masa ekstensi habis berarti tidak bisa lagi memperbaharui status, dan itu bisa berarti dua hal. Suspended. Atau Hangus. Jalan keluar agar tak perlu memperbaharui status adalah dengan memasukkan tesis ke second reader. Oke. Saya tanya kembali kepada beliau tentang keberadaan sang tesis. Dan seperti biasa, tidak oh, belum dijawab. Ga usah dibayangin deh perasaan saya saat itu. Klo disuruh ngerasain lagi, saya juga ogah. Perjuangan sekian lama terancam hangus. Saya maju ke Department. Personal Assistant (PA) nya Head of Department (HOD) mendengar pertanyaan saya baik-baik. Beliau kaget karena pengoreksian tesis yang amat sangat lama prosesnya. Normally, paling lama 2 bulan sudah harus selesei. Katanya. Dan ternyata Beliau yang terhormat ini sudah berkali-kali kesandung masalah yang sama. Banyaklah teman saya yang ternyata bernasib serupa. Tapi bedanya, mereka tegas marah dan saya tidak. Kalau sudah lebih dua bulan, mereka segera laporan ke Dept agar mereka yang Push beliau untuk menyelesaikan. Jadi untuk kasus saya ini, beliau menyarankan saya untuk bertemu langsung dengan HOD. Sip. Saat itu HOD sedang meeting dan saya harus menunggu. Ga masalah. Kemaren-kemaren nunggu sampe mau jenggotan masi bisa. Apalagi yang ini, cuma sejam.

Hasilnya? Positif. Setelah mengetahui bahwa Tesis sebelumnya memang sudah dikoreksi di laboratorium bahasa, HOD bilang "harusnya kamu ga perlu menunggu. Selesai dari Lab. Bahasa harusnya langsung ke saya klo begini kasusnya" Saya senyum, bersyukur saja dalam hati atas pertolongan HOD ini, sambil berpikir keras tentang gunanya supervisor itu jadinya apa sebenarnya. Formulir penyerahan tesis beliau tanda tangani, dan besoknya beliau langsung melantik second reader untuk tesis saya. Alhamdulillah.

Then, status di kuliah selamat. Saya mau pulang dan sms saya baru dijawab. "kita ketemu hari senin, dan saya serahkan sebagian bab 3 tesis kamu" MASI BAB TIGA? *sigh* Saya mencoba duduk. Lemes. Sedih dengan kalimat-kalimat beliau yang terkesan menyalahkan saya karena langsung membuat report ke department. Wiwin, temen saya kala itu heran melihat saya tiba-tiba duduk. Saya tunjukkan sms itu padanya sambil bilang "ya begitu njawabnya kalau udah aku tanyain terus" kataku. "sabar" katanya sambil tersenyum miris. Dia menepuk bahu saya.

Sekarang, sudah sebulan tesis saya disecond reader. Alhamdulillah dua hari yang lalu sudah saya terima corat-coretnya. Tanpa harus saya ceritakan ulang, Second reader tau masalah saya yang ternyata memang sudah diceritakan dahulu oleh HOD. Tau kata beliau apa? "Yang dulu, sudahlah. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja keras agar apa yang sudah kamu usahakan selama ini tidak hangus dan sia-sia. Jangan sesekali merasa underpressure atau semacamnya. Kalau ini sudah kamu koreksi, kembalikan ke saya. ok?" So bijak, isn't it? Alhamdulillah.

Kenapa saya ceritakan masalah ini? Bukan. Bukan karena ingin membongkar aib siapapun. Saya hanya ingin bilang pada orang-orang yang mengira selama ini saya kuliahnya ga serius. Sibuk maen. Sibuk Part time. Ya, saya kerja part time. Untuk apa? Ya untuk covering tution fees yang tetep jalan (walo g kuliah) karena tesisnya masi diperiksa. Kan ada Beasiswa? Jatah habis, beb. Orang ngasi beasiswa juga dibatesin kaleee... Ya saya ingin bilang, bahwa saya ga sesenang yang kalian kira. Sejak kapan status facebook bisa menjadi ukuran pasti tentang bahagia ato tidaknya seseorang? Klo ngeluh-ngeluh di facebook trus bisa tamat tepat waktu ya mau aja gue, ini cuma untuk konsumsi publik yang sama-sekali-ga-ngebantu. Buat apaaa? :))

Lagi, pesan saya. Jangan pernah sedih jika dicuekin oleh orang yang kita harapkan. Buat kewajiban kita, ada Allah yang membantu mendatangkan hak kita dengan cara yang paling baik! Lihat kisah saya diatas kan? Siapa yang membantu saya walo digituin sama supervisor sendiri? Allah tolong melalui orang yg lebih hebat dan orang yang lebih baik. Alaa inna nashraLLahi qariib, ya ikhwati. Pertolongan Allah itu sungguh amat dekat... :)

Lagi, Terima kasih untuk sahabat yang gemes sendiri ketika denger cerita saya dan yang sampe punya rencana untuk mewakili saya marah-marah ke beliau. Hahaha.

Lagi, berhentilah menunggu. Dan lihatlah apa yang terjadi padamu. :) Okeh, sekarang ini waktunya untuk ikat kepala kuat-kuat kembali. Tesis yang sudah dicoret-coret sudah ada didepan mata untuk dieksekusi. Untuk langkah selanjutnya, doakan yah. ^_^

3 comments:

  1. Tenang Rin.. Abang bab dua aja belum kelar! hehe ^^ #Ituurusanabang!JawabRini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahak. Ga tega jawab gitu ah. :p Udah ngerasa pahit getirnya dicuekin soalnya. =)) Ayo bang, seleseikanlah.. :)

      Delete
  2. kunjungan sob ..
    salam sukses selalu ..:)

    ReplyDelete